Kunjungan Kerja ke KPU Kabupaten Jepara

Jumat, 6 Desember 2019

Dalam rangka kegiatan pemeliharaan Daftar Pemilih, KPU kabupaten Cilacap perlu mengkaji daerah lain yang dinilai lebih berhasil dan tepat guna. KPU Kabupaten Jepara telah menyandang Juara 1 (satu) tingkat Nasional dalam hal pengelolaan Data Pemilih, untuk itu KPU Kabupaten Cilacap memilih Kabupaten Jepara yang beralamat di Jalan Yos Sudarso No 22 Jepara, Jawa Tengah 59416 sebagai obyek kunjungan kerja/study banding.

Study banding dilaksanakan Rabu, 04 Desember 2019, Tim Study dipimpin oleh Weweng Maretno, S.Sos ( Divisi Teknis Penyelenggaraan ) dan anggota komisioner lain Ami Purwandari, SE (Divisi Datin) dengan didampingi dari sekretariat Dwipa Tri Budi (Staf subag Datin), Suprapto (staff Subag TP Hupmas) dan Rahmat Yulianto (staff Subag Umum).

Weweng Maretno, S.Sos mengatakan alasannya ke Jepara antara lain; KPU Cilacap ingin meningkatkan kapasitas dalam hal pengelolaan data pemilih sedangkan KPU Kabupaten Jepara Juara 1 (satu) tingkat Nasional dalam hal pengelolaan data pemilih untuk itu hasil dari rapat pleno komisoner, Jepara lah yang dipilih untuk obyek study banding. KPU Cilacap ingin melihat lebih dekat tata kelola dan manajemen yang dilaksanakan di Jepara. Adapun Output yang dapat diperoleh setelah kunjungan kerja ini diharapkan dapat dikompilasikan dengan keadaan di KPU Kabupaten Cilacap.

Rombongan dari KPU Cilacap diterima oleh Muntoko, S.Sos.I (Divisi Perencanaan, Data Dan Informasi); Ris Andy Kusuma, S.Sos., M.H (Divisi Hukum Dan Pengawasan); Siti Nur Wakhidatun, S.Sos (Divisi Teknis Penyelenggaraan); Sekeretaris KPU Kab Jepara, Kasubag TP dan Hupmas Kab. Jepara dan Staff. Dalam paparannya disebutkan bahwa KPU Kabupaten Jepara yang berhasil menyandang Juara 1 (satu) tingkat Nasional resepnya sederhana saja tidak terlalu rumit. Tentang proposal meraih predikat juara Nasional

  • Persiapkan kertas kerja yang diajukan ke KPU RI
  • Bahwa data harus siap untuk kepentingan apapun dan itu merupakan senjata dalam menghadapi gugatan


Satu hal yang menjadikan sorotan Nasional adalah bahwa data ganda Jepara hanya 0,64% dari DPT 876.490 pemilih serta DPK 0,6 %.
Sedangkan formula lain yang mendukung keberhasilan KPU Kabupaten Jepara

  • Dukungan komunikasi/sinyal seluler berfungsi diseluruh kecamatan, hanya ada beberapa desa yang kurang maksmimal.
  • Kami selalu komunikasi dengan PPK dengan baik serta proaktif dan cepat dalam menindaklanjuti instruksi dari kami
  • Tahapan di mutarlih berubah-ubah, informasi sangat begitu cepat untuk itu jangan menunda untuk di Tindaklanjuti maka perlu Tindak Lanjut yang cepat juga.
  • Sikap tenang dalam menghadapi kondisi dan situasi yang selalu memancing emosi, dan berikan jawaban yang santun kepada rekan-rekan di PPK
  • Komunikasi dengan baik dengan rekan-rekan PPK, jika memberikan instrusksi, sebelumnya harus disimulasikan dulu kita harus menguasai dulu, sehingga instruksi tersebut dapat mudah dicerna oleh PPK.
  • Dalam setiap rangkaian tahapan dan kegiatan rapat pleno, kami selalu menyediakan formulir untuk minta tanggapan dari peserta pemilu dan ini sebagai lampiran Berita Acara.
  • Operator kami di Jepara 5 orang dan ditambah dari tenaga pendukung 5 orang
  • PPK tidak ada yang menjadi masalah/rewel.
  • Satu operator menangani satu dapil

Kegiatan lain yang dilakukan staff sekretriat KPU Kab. Cilacap Dwipa Tri Budi (Staf subag Datin) dan Suprapto (staff subag TP Hupmas) mengamati keadaan sebenarnya terkait dengan penggunaan software atau tata kelola yang dilakukan di Jepara sehingga KPU Kabupaten Jepara mendapatkan predikat 1 nasional dalam pengelolaan data.

Sebagai kenangan, diakhir acara KPU Kabupaten Cilacap memberikan buku "IKHTISAR DATA & INFOGRAFIS PEMILU 1955 – 2019". Paparan yang disampaikan KPU Kabupaten Jepara, banyak manfaat yang dapat dikaji sehingga diharapkan dapat dikompilasikan dengan keadaan di KPU Kabupaten Cilacap.