Waktu terbatas yang diberikan Bupati Cilacap saat menerima tim dari KPU untuk ber-au - " />

Pisang Kepok Sebagai Kelengkapan Audiensi KPU Dengan Bupati Cilacap ( Catatan sukses penyelenggaraan Pemilu serentak 2019 )

Rabu, 25 Desember 2019

Waktu terbatas yang diberikan Bupati Cilacap saat menerima tim dari KPU untuk ber-audience tak menjadikan KPU Cilacap berkecil hati, karena dalam waktu yang singkat itu banyak hal yang dapat disampaikan.  Permohonan KPU Kabupaten Cilacap untuk audience dengan Bupati sebagaimana surat tertanggal 6 Desember 2019 adalah tanggal 18 Desember 2019, padatnya agenda Bupati menjadikan sekretaris bupati kesulitan mengatur waktu apalagi hari ini hampir seluruh pejabat dan Wakil Bupati sedang Ta’ziah ke Cirebon karena Camat Kawuganten Bapak Haryanto meninggal dunia dini hari tadi, demikian kata ajudan bupati yang berhasil dikonfirmasi dan baru hari ini 23 Desember 2019 diterima dan itupun sore hari.

Tim dari KPU sejumlah 4 orang Handi Tri Ujiono (ketua), dan anggota Weweng Maretno, Munji M, Ami Purwandari diterima Bupati Cilacap pukul 15.30 Wib ada keakraban tersendiri dari Bupati dengan tim dari KPU.  Sebelum kami KPU Cilacap mengutarakan tujuan kehadirannya, terlebih dahulu Bupati langsung berucap,”yang terpenting Pilkadanya ini kapan mas KPU, tahun 2022 atau 2024”, sontak ketua KPU menjawab, sebagaimana Undang-undang masih menyebutkan tahun 2024 Pak tapi kami kurang tahu kemungkinan Pemerintah Pusat punya pandangan lain. 

Ada kritik dari Bupati Cilacap terkait rencana pelaksanaan pemilu serentak 2024, kalau pemilu serentak termasuk didalamnya Pilkada Bupati dan Pilgub dilaksankan tahun 2024 negara tidak bisa membangun dalam tahun itu, karena jelas tersedot untuk penyelenggaraan Pemilu.  Disisi lain menyikapi bahwa kalau Pemilu Kepala Daerah kembali dipilih oleh DPRD disamping kemunduran demokrasi, bagi saya yang berpengalaman sebagai pelaku, saya sudah paham betul teori-teori yang diterapkan, bila itu menurut Pemerintah adalah menjadikan biaya murah, bagi saya sebagai individu pelaku justru sebaliknya.  Bahasan ini beberapa kali kami sampaikan dengan teman-teman bupati, bahkan telah saya sampaikan saat berbincang-bincang dengan Mendagri saat kami rakornas di Jakarta tempo lalu.

KPU Kabupaten Cilacap telah melaksanakan Pemilu serentak tahun 2019, dengan segala dinamikanya, namun sampai dengan hari ini tidak ada satupun gugatan dari peserta pemilu terkait dengan penetapan hasil.  Ini berbeda kabupaten wilayah lain, ketika ada gugatan dikalahkan oleh Bawaslu, kalah di Mahkamah Konstitusi kemudian masih mempermasalahkan di PTUN, bahkan sepanjang saya tahu ada peserta dalam gugatannya menyerang permasalahan individu yang tidak terkait dengan hasil pemilu, ini adalah sentiment pribadi karena tidak mengakui kekalahannya dalam konstelasi politik pemilu yang telah lalu.  Untuk itu pada kesempatan ini KPU Kabupaten Cilacap dalam acara audience dengan Bupati Cilacap memberikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah karena banyak membantu suksesnya penyelenggaraan pemilu 2019, melalui dukungan SDM dari ASN untuk penyelenggara adhoc (PPK, PPS, KPPS dan sekertariat),  pembebasan biaya surat keterangan sehat sebagai syarat menjadi peyelenggara, penyediaan kantor untuk PPK PPS, dan tempat lain sebagai gudang Logistik KPU, karena dari kurang lebih 28 gudang hanya ada 4 gudang yang kami sewa, selebihnya milik Pemerintah Daerah yang tidak diperbolehkan untuk dikomersilkan dan sejumlah dukungan lain.

Pada kesempatan yang sama Ketua KPU Kabupaten Cilacap Handi Tri Ujiono menyampaikan bahwa KPU Cilacap belum memiliki gedung sendiri, kami telah mengajukan permohonan untuk minta hibah tanah, dan itu sudah dijawab dan kami pahami bahwa pada tahun ini Pemerintah Daerah sedang melakukan penataan asset daerah yang merupakan tindak lanjut saran dari BPKP dan BPK RI, sehingga permohonan kami belum dikabulkan.

Bupati Cilacap banyak bercerita tentang hal praktis apa yag telah ia alami saat ia mengemban Tugas sebagai Bupati, bahkan langkah-langkah demokratis dalam meraih kekuasaan sebagai Bupati, dalam 2 periode jabatanya dan sebelumnya Wakil Bupati bahwa ia hanya ingin selamat dalam memimpin daerah, sekarang saya sudah tidak punya kesempatan lagi, untuk itu silahkan pada generasi berikut  berproses guna meraih kekuasaan secara demokratis. Ditanya, apakah bapak sudah punya rencana lain, beliau hanya menjawab biarlah Tuhan yang mengatur.

Sebagai akhir Audience KPU Kabupaten Cilacap memberikan Plakat, Piagam dan buku  IKHTISAR DATA & INFOGRAFIS PEMILU 1955 – 2019, dan diterima langsung oleh Bupati Cilacap.

 

(berita 4B4H WWG 5) 23/12/19