SEKALI DAYUNG TIGA PULAU TERLAMPAUI (Catatan sukses penyelenggaraan Pemilu serentak 2019)

Jumat, 27 Desember 2019

Kamis, 26 Desember 2019 adalah hari keberuntungan, karena dalam satu hari tiga stakeholder dapat disambangi oleh KPU Kabupaten Cilacap.  Kunjungan ini masih dalam rangkaian agenda ucapan terima kasih ke berbagai elemen yang telah berperan serta dalam suksesnya pemilu serentak tahun 2019.

Kamis pagi hari saat kami perjalanan menuju kantor KPU, ajudan Wakil Bupati (Supriyadi) menghubungi lewat telepon bahwa bapak Wakil siap menerima kunjungan KPU untuk audience jam 10.00 Wib, "wah maaf Pak Supri dalam waktu yang sama hari ini kami sudah lebih dulu diterima oleh Komisi A DPRD Cilacap, bila berkenan nanti setelah dari DPRD", demikan pembicaraan singkat kami dengan ajudan pak Wakil.

Tepat jam 10.00 tim dari KPU lengkap hadir di Kantor DPRD Kabupaten Cilacap diterima langsung oleh ketua Komisi A (Mitra Patriasmoro) beserta 7 anggota dari 12 orang di komisi A, Edi Purwanto (Wakil Ketua), anggota lainnya Nike Yunita, Anggit Adi Juwita, S.Or.M.PH, Sriyani, H. Imam Fauzi, S.Pd, Rusmanto dan Minto, SH.

"KPU mengapresiasi Pemerintahan Daerah Kabupaten Cilacap yang didalamnya dalam hal ini (Bupati dan DPRD) telah ikut serta mensukseskan Pemilu 2019. Indikator keberhasilan menurut kami bahwa partisipasi pemilih yang meningkat, dari 65,77% Pileg 2014 menjadi 71,59% walaupun lebih rendah dari target Nasional 77,4 %, semakin baiknya data pemilih meskipun masih ada kekurangan di beberapa sisi, tidak adanya sengketa hasil pemilu, sehingga terdapat penghematan anggaran kami", ujar Handi Tri Ujiono.

Komisioner KPU Kab. Cilacap mengharapkan kedepan agar;

  • pemerintah menyediakan sumber daya manusia (SDM) dengan mendorong ASN agar mau sebagai penyelenggara pemilu/pemilihan itu lebih mampu dan lebih baik, khususnya daerah-daerah (kecamatan) yang sering kali mengalami trouble. Sejak pemilu (1971) hingga sekarang (2019) tingkat kelancaran dan partisipasi bahkan kendala tidak beralih dari kecamatan yang sama.
  • Netralitas ASN di Kabupaten Cilacap menurut kami keterlaluan, untuk itu agar Komisi A dapat menegur para SKPD yang tampak sekali ketidak netralannya.
  • Kami harap agar rasa empati pemerintah daerah dan juga DPRD tentunya, bahwa badan adhoc kami ada yang jatuh sakit bahkan meninggal dunia, ini tidak ada satupun dari pemerintah daerah khususnya Kesbangpol ikut membantu kami dalam penyediaan data atau bahkan menyambangi keluarga yang ditinggal karena salah satu keluarganya meninggal dunia.
  • Dalam rangka persipan Pilkada, kami sampaikan melalui Komisi A ini agar dapat menekan Pemerintah dalam hal persiapan anggaran. Komisioner berharap dengan adanya pemilihan tidak mengganggu anggaran pembangunan maupun program kerja pemerintah, oleh karenanya perlu dipersiapkan sedini mungkin.
  • Harapan KPU Kabupaten Cilacap kepada Komisi A DPRD Kabupaten Cilacap punya ”taring” lebih dalam rangka persiapan pelaksanaan pemilu/pemilhan esok.

Di akhir kunjungan ke Komisi A, Mitra Patriasmoro menyampaikan, Komisi A mendorong dan mendukung sepenuhnya, mengikutsertakan diri dalam mensosialisasikan, dan berharap ke KPU untuk dapat bersama-sama dengan yang lainnya hadir sampai tingkat bawah. Perlu juga untuk lebih intens ada pertemuan-pertemuan yang akan datang.

Hampir 3 jam kami diterima komisi A, setelahnya disambut dengan hangat oleh  Ketua DPRD Kabupaten Cilacap (Taufik Nurhidayat), "saya apresiasi kepada KPU Cilacap telah sukses dalam penyelenggaraan pemilu 2019, saya mudah komunikasi dengan rekan Komisioner karena semuanya komunikatif dan dapat memfasilitasi kami.  Bukan berarti saya hanya dekat dengan mas Weweng lho semuanya familiar dan friendship", tegasnya.  "Apa yang disampaikan ke Komisi A, saya sebagai Ketua DPRD, memahami akan keinginan bapak Ibu dari KPU ini.  Terkait Pilkada Bupati mau dilaksanakan kapanpun tentang anggaran pasti kami persiapkan, nanti kami kawal secara serius Bupatinya.  Menurut saya sih pelaksanaan Pilkada Bupati mengikuti undang-undang yang ada saja sekarang untuk pelaksanaan tahun 2024, biar para ASN khususnya Camat istirahat dulu tidak mendapat tekanan dari pihak yang berkepentingan, maka diharapkan netralitas akan terjamin kedepan.  Kalau saya berkehendak sebagai peserta pemilu saya harus dapat restu dari DPP kami, tidak dari yang lain kecuali Tuhan yang maha segala galanya". Keakraban dan kehangatan begitu singkat, kami Tim harus beranjak ke Wakil Bupati karena ternyata kunjungan kami meleset dari jadual yang direncanakan audience dengan DPRD Kabupaten Cilacap yang memakan waktu lama.

Di lain tempat KPU juga beraudiensi dengan Wakil Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, S.STP, MSI sekaligus didampingi oleh Kepala Kesbangpol Kabupaten Cilacap, Drs. Sadmoko Danardono, M.Si. di ruang Wabup. Pada kesempatan itu disampaikan;

  • ucapan terima kasih kepada Pak Wabup dan Pemerintah Daerah atas dukungannya sehingga suksesnya Pemilu Th. 2019 di Cilacap.
  • Perencanaan anggaran Pilkada,
  • penyiapan SDM, Tidak banyak yang disampaikan oleh komisioner mengingat waktu dan kesempatan kunjungan yang terbatas.

Wakil Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, S.STP, MSI berharap agar kedepan itu utamanya Pemilihan Bupati berbiaya murah ini agar tidak berefek KPK selalu OTT Kepala Daerah.  Biaya politik tinggi tidak sebanding dengan gaji dan fasilitas yang diterima sehingga kecenderungan penyalahgunaan kekuasaan tinggi, hal senada juga mengiyakan pendapat Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Harapanya, agar calon tidak mengeluarkan biaya untuk APK ( baliho, spanduk, umbul-umbul bahkan kaos), saksi harus dibiayai negara dan bila kedapatan peserta pemilu mengadakan kaos yang berlebihan umpanya, ini harus ditindak tegas oleh yang berkompeten.  Bawaslu ini mesti yang lebih berperan 

Sama seperti audince sebelumnya diakhir acara kami KPU Kabupaten Cilacap memberikan Plakat, Piagam dan buku  IKHTISAR DATA & INFOGRAFIS PEMILU 1955 – 2019, dan diterima langsung oleh Ketua Komisi A, Ketua DPRD dan Wakil Bupati Cilacap.

 

(berita 4b4h WWG 6) 26/12/19