KPU Provinsi Jawa Tengah Tetapkan Daftar Pemilih Berkelanjutan Tahun 2020 Triwulan II

Senin, 27 Juli 2020

Ibu Ami Purwandari, anggota KPU Kabupaten Cilacap sedang mengikuti rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih berkelanjutan triwulan II

Oleh : Ami Purwandari (Anggota KPU Kabupaten Cilacap Divisi Data dan Informasi)

Hari ini Senin (27 Juli 2020) Pukul 10.00 WIB – Selesai, KPU Kabupaten Cilacap Divisi Data dan Informasi, Ami Purwandari mengikuti Rapat Pleno Terbuka Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan 2 KPU Provinsi Jawa Tengah yang dilaksanakan secara daring. Rapat Pleno Terbuka ini dihadiri oleh KPU Provinsi Jawa Tengah, Bawaslu Jawa Tengah, TNI, POLRI, Disdukcapil Jawa Tengah, Pimpinan Partai Politik dan 14 KPU Kabupaten/Kota yang tidak melaksanakan Pilkada. Keempat belas KPU Kabupaten Kota itu adalah Kabupaten Cilacap, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Magelang, Kabupaten Jepara, Kabupaten Kudus, Kabupaten Pati, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Batang, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes, Kabupaten temanggung, Kota Salatiga dan Kota Tegal.

Rapat Pleno Terbuka Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan 2 KPU Provinsi Jawa Tengah dipimpin dan dibuka oleh Ketua KPU Jawa Tengah, Yulanto Sudrajat, S.Sos, M.I.Kom. Pada kesempatan ini Ketua KPU Provinsi  Jawa Tengah, Yulianto Sudrajat menyampaikan kepada peserta rapat pleno bahwa KPU Kabupaten/Kota yang tidak melaksanakan Pilkada 2020 mempunyai kewajiban untuk melaksanakan pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan dan melaksanakan pleno terbuka setiap bulan sedangkan KPU Provinsi melaksanakan pleno terbuka rekapitulasi pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan setiap triwulan. Seperti yang diamanatkan dalam UU No. 7 UU Tahun 2017 Pasal 14 | Pasal 17 | Pasal 20 | Pasal 202 | Pasal 204 dan Surat Dinas KPU RI No. 181/PL.02.01-SD/01/KPU/II/2020. “Dan pleno kali ini adalah pleno terbuka pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan tingkat KPU Provinsi untuk triwulan 2, sedangkan triwulan pertama dilaksanakan secara internal pada bulan Maret 2020”, Kata Yulianto Sudrajat.

Sementara itu Paulus Widiyantoro, S.E., M.M, Komisioner KPU Provinsi Jawa Tengah selaku Divisi Data dan Informasi menyampaikan materi pengantar rapat pleno terkait mimpi KPU terhadap daftar pemilih. “Dengan pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan diharapkan nantinya akan didapatkan daftar pemilih yang akurat, komprehensif dan mutakhir”, kata Paulus Widyantoro. “Sehingga bila daftar pemilih terus dimutakhirkan tanpa menunggu tahapan pemilu/pemilihan kedepan nantinya tidak dilaksanakan coklit lagi, karena daftar pemilih sudah dimutakhirkan selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu dan 12 bulan setahun, artinya bahwa daftar pemilih dimutakhirkan setiap hari secara terus menerus”, lanjutnya. “Dengan demikian daftar pemilih nantinya bisa diakses setiap hari, misalnya  ada yang tanya tentang daftar pemilih Kabupaten Brebes pada saat tertentu maka kita dapat menunjukkan jumlah daftar pemilih kabupaten Brebes pada saat itu juga”, tambah Paulus Widyantoro.

Selanjutnya, Paulus Widiyantoro  membacakan Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan 2 Tahun 2020 dengan jumlah 6.059.662 pemilih laki-laki, 6.071.495 pemilih perempuan dan 12.131.157 pemilih laki-laki dan perempuan. Terjadi penurunan jumlah daftar pemilih berkelanjutan sebanyak 13.531 dari Triwulan I dengan jumlah 12.144.688 hal ini bukan berarti bahwa ada penurunan jumlah daftar pemilih di Jawa Tengah karena data pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan yang didapat belum maksimal dan belum sepenuhnya terbarukan (up date)  terutama untuk data potensi pemilih pemula.

Dalam Rapat  Pleno Terbuka Daftar Pemilih Berkelanjutan Triwulan 2 KPU Provinsi Jawa Tengah tidak ada masukan dan tanggapan dari peserta rapat pleno, hanya sedikit penjelasan dari Disdukcapil Jawa Tengah yang diwakili oleh Nurkholis, terkait data yang diberikan kepada KPU Kabupaten/Kota sebagai bahan dalam proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. “ Data yang diberikan kepada KPU Kabupaten/Kota hanya memuat NIK dan nama saja sesuai dengan arahan dari Ditjen Dukcapil dan sebetulnya KPU RI sudah diberi akses untuk masuk ke aplikasi SIAK Dukcapil, namun apakah passwordnya diturunkan atau tidak kepada kabupaten/kota ini perlu dicek kambali dan apakah MOu tentang akses ini masih berlaku atau tidak”, demikian kata Nurkholis.

Penjelasan dari disdukcapil mengakhiri acara rapat pleno kali ini dan selanjutnya Yulianto Sudrajat menutup acara tersebut.