Dua PAW DPRD Kabupaten Cilacap Resmi Dilantik

Kamis, 30 Juli 2020

Oleh : Weweng Maretno,S.Sos (Div Teknis Penyelenggaraan) 

Bertempat di ruang rapat Paripurna DPRD lantai II Cilacap Rabu (29/7) dua calon Pengganti Antar Waktu (PAW) resmi dilantik oleh Ketua DPRD Kabupaten Cilacap (Taufik Nurhidayat).

Pelantikan dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati, seluruh anggota DPRD Kab. Cilacap, dinas Instansi se Kabupaten Cilacap termasuk Komisioner KPU Kabupaten Cilacap melalui Video Coverence.

Sebagaimana diketahui bahwa anggota dewan Ir. H. ADI SAROSO, M.M  diberhentikan dengan hormat oleh Gubernur Jawa Tengah dengan Surat Keputusan Gubernur Nomor 170/25 Tahun 2020 tanggal 29 Juni 2020, yang bersangkutan (Adi Saroso) meninggal dunia pada hari Selasa 24 Maret 2020 karena sakit, dibuktikan dengan Kutipan Akta Kematian dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Cilacap Nomor 3301-KM-31032020-001 tanggal 31 Maret 2020.  Keputusan ini sekaligus  meresmikan pengangkatan Suyatno, SH sebagai anggota DPRD Kabupaten Cilacap terhitung sejak pengucapan sumpah janji.

Sedangkan dari Partai Golkar dengan Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor 170/29 Tahun 2020 tanggal 14 Juli 2020 memberhentikan dengan hormat saudara Parsiyan, SP.,S.Pd.,MM yang juga meninggal dunia dibuktikan dengan Kutipan Akta Kematian dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Cilacap Nomor 3301-KM-09032020-0011 tanggal 9 Maret 2020, sebagai pengganti antar waktunya saudara Sumaryadi, S.Pd.

Keputusan Gubernur Jawa Tengah dalam memberhentikan dan meresmikan PAW keduanya, juga memperhatikan Berita Acara Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Cilacap tentang pemeriksaan Pemenuhan Persyaratan Calon Pengganti Antar Waktu anggota DPRD Kabupaten Cilacap hasil Pemilihan Umum Tahun 2019.  Dengan demikian surat Keputusan Gubernur Jateng sebelumnya yang meresmikan Adi Saroso dan Parsiyan dinyatakan dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Memperhatikan surat dari pimpinan dewan tentang perohonan Pergantian Antar Waktu antara partai Golkar dan Gerindera lebih dulu dari Partai Golkar yang diajukan, akan tetapi keputusan Gubernur partai Gerindera lebih awal diterbitkan, hal ini karena memang ada mekanisme di internal partai yang berbeda dan belum tecukupi pemenuhan administrasi sebagaimana Tatib DPRD Kabupaten Cilacap.  Sedangkan pelantikan dilaksanakan bersamaan lebih pada efisiensi waktu mengingat pandemi covid 19 yang belum berkesudahan, semua pihak harus mentaati protokol kesehatan yang telah ditentukan.  Selamat buat Fraksi Gerindra dan Golkar yang telah resmi memiliki anggota dewan baru.