Pleno DPB Periode Terakhir di Tahun 2020

Rabu, 13 Januari 2021

(Rabu, 13 Januari 2021) KPU Kabupaten Cilacap melaksanakan Rapat Pleno Terbuka Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB) periode Bulan Desember 2020 dan merupakan pleno DPB periode terakhir ditahun 2020. Pleno dilaksanakan mulai pukul 09.30 s.d. pukul 11.00 WIB bertempat di Aula KPU Kabupaten Cilacap. Pleno dilakukan secara luring dan live streaming youtube. Luring dihadiri oleh 5 komisioner KPU Kabupaten Cilacap, jajaran sekretariat KPU Kabupaten Cilacap, Disdukcapil Kabupaten Cilacap, Bawaslu Kabupaten Cilacap, sebagian Parpol, TNI dan DPRD Kabupaten Cilacap. Sementara live streaming youtube diikuti oleh Polri, Kesbangpol, Kemenag, BPS, dan sebagian Parpol lainnya. Model pleno terbuka secara luring dan live streaming youtube dilakukan dalam rangka mematuhi anjuran Pemerintah pada umumnya dan Pemerintah Daerah Kabupaten Cilacap pada khususnya dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) se Jawa Bali tanggal 11-25 Januari 2021 nanti.
Rapat Pleno dibuka oleh Ketua KPU Kabupaten Cilacap, Handi Tri Ujiono dilanjutkan dengan sambutan. Dalam sambutannya, Ketua KPU Cilacap mengatakan bahwa daftar pemilih berkelanjutan merupakan tindak lanjut dari surat edaran Ketua KPU RI tentang pemutakhiran data daftar pemilih berkelanjutan. “Dengan memperhatikan UU No. 7 tahun 2017 Pasal 20 bahwa KPU Kabupaten/Kota berkewajiban melakukan pemutakhiran dan memelihara daftar pemilih berkelanjutan dengan memperhatikan data kependudukan sesuai ketentuan  perundang-undangan yang berlaku”, katanya.
Selanjutnya dikatakan pula bahwa terkait proses pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan ini dimaksudkan untuk melakukan penyusunan updating berdasarkan pemilih pemilu terakhir yaitu Pemilu 2019 dengan tujuan menyusun daftar pemilih berkualitas sehingga ketika tahapan pemilu/pemilihan, sedikit banyak kami sudah melakukan perbaikan-perbaikan maupun penambahan atau pengurangan daftar pemilih yang tidak memenuhi syarat.
Berikutnya adalah pemaparan materi Rapat Pleno Terbuka Daftar Pemilih Berkelanjutan yang disampaikan oleh Ami Purwandari selaku Divisi Rencana, Data dan Informasi. Disampaikan oleh Ami bahwa pelaksanaan pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan masih sangat jauh dari sempurna karena masih banyak kendala yang menyertai proses pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan ini. “Kendala-kendala dalam proses pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan sudah kami sampaikan kepada KPU RI melalui KPU Provinsi ketika kami diperintahkan untuk membuat daftar inventaris masalah guna penyusunan payung hukum daftar pemilih berkelanjutan”, kata Ami. “Sehingga harapan kami kedepan proses DPB akan lebih baik dari sekarang apalagi diakhir bulan Januari ini akan dilaunching aplikasi DPB oleh KPU RI, semoga memudahkan proses pemutakhiran DPB terutama terkait data-data yang kami peroleh,” lanjut Ami.
Selanjutnya Ami menyampaikan jumlah rekapitulasi daftar pemilih berkelanjutan periode bulan Desember 2020 dan jumlah DPB selama tahun 2020 seperti di bawah ini :



Sebelum  DPB ditetapkan, Ketua KPU Cilacap memberikan kesempatan kepada para peserta Rapat Pleno Terbuka DPB Periode Desember 2020 untuk menyampaikan saran dan kritik. Peserta Rapat pleno rata-rata menerima bahwa DPB Kabupaten Cilacap seperti yang di sampaikan di atas. Selanjutnya Bawaslu Kabupaten Cilacap yang di wakili oleh Warsid selaku Koordinator Data dan Pengawasan memberikan catatan bahwa :

  1. Rapat pleno akan berjalan statis/seperti ini terus karena peserta rapat yang kurang memahami secara utuh proses pemutakhiran daftar pemilih
  2. Kalau Partai politik diharapkan untuk memahami betul proses daftar pemilih berkelanjutan maka saya tidak optimis bahwa Partai Politik bias memahami secara utuh prosesnya
  3. Jika dilihat dari data KPU maka sebelum  rapat pleno terbuka data DPTHP 3  selalu bertambah terus namun begitu pleno terbuka selalu menurun, dan ini sulit dikatakan jika data pemilih di Kabupaten Cilacap bukan berarti menurun karena faktanya angka-angka yang ditampilkan selalu menurun walaupun masih ada data-data yang belum bisa ditindaklanjuti masuk sebagai daftar pemilih berkelanjutan
  4. Harapan ke depan aplikasi DPB dari KPU RI bisa digunakan untuk proses pemutakhiran DPB selanjutnya agar lebih baik lagi.

 

Kemudian Ketua KPU Kabupaten Cilacap menanggapi catatan dari Bawaslu Kabupaten Cilacap, “Bahwa harapan kami dalam rangka proses pemutakhiran daftar pemilih kami diberikan akses tapi ternyata gambaran yang ada di kepala kita dengan kesepakatan yang ada antara Kemendagri dengan KPU tidak seperti yang kita bayangkan, untuk memudahkan kita dalam proses pemutakhiran daftar pemilih bahkan belum sampai ke kita dan aksesnya sangat terbatas dan dalam rangka perlindungan terhadap data-data privat mereka sangat berhati-hati dan apakah ini berarti kami juga disebut belum dipercaya atau apa. Bahkan sampai hari inipun belum ada kejelasan seperti apa aksesnya padahal kita tahu bahwa yang diperlukan adalah elemen data seperti dalam DPTHP Pemilu 2019”, kata Handi.


Selanjutnya Ketua KPU Kabupaten Cilacap menetapkan Daftar Pemilih Berkelanjutan dengan membacakan BA dan Lampiran dengan Nomor 01/PL.02.1-BA/3301/KPU-Kab/I/2021 Tentang Rapat Pleno Rekapitulasi Daftar Pemilih Berkelanjutan Periode Desember Tahun 2020 dengan jumlah pemilih sebanyak 1.470.541 pemilih dengan rincian pemilih laki-laki berjumlah 736.705 pemilih dan pemilih perempuan berjumlah 733.836 pemilih.