Sinergi Dalam Kolaborasi

Rabu, 10 Februari 2021

Oleh: M. Muhni (Anggota KPU Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM)


Cilacap. 10 February 2021. Partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pemilu atau pemilihan selalu menjadi salah satu perhatian publik. Hasil dari pelaksanaan Pemilu atau pemilihan tidak pernah lepas dari soal issue tingkat angka pertisipasi masyarakat.
Tingkat partisipasi masyarkat seringkali dihubungkan dengan peranan pendidikan politik atau pendidikan pemilih. Karena itu pendidikan politik dipandang strategis dalam rangka mendukung meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pemilu atau pemilihan.
Hari ini Rabu, 10 Pebruari 2021 KPU Kabupaten Cilacap bersama dengan Pemerintah Kabupaten Cilacap yang dalam hal ini adalah Badan Kesatuan Bangsa da Politik Cilacap (Kesbangpol) dan salah satu Partai Politik yang dalam hal ini Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengadakan kegiatan Pendidikan Politik yang dikemas dalam forum Dialog Interaktif yang dilaksanakan di Studio County 1 LPPL Radio Bercahaya FM pada Chanel 94,30 MHz. juga Live streaming www.bercahayafm.cilacapkab.go.id
Dari unsur Kesbangpol dihadiri oleh Harry Mulyono, SH selaku Kepala Bidang Fasilitasi Politik dan Keamanan, lalu ada M. Muhni selaku Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM KPU Kabupaten Cilacap dan Sutarman selakuSekretaris DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Cilacap.
Dalam forum dialog interaktif ini, para narasumber ditemani oleh presenter Bercahaya FM yang sudah masyhur, Nindy namanya.
Sesi obrolan kita diawali dengan deskripsi singkat tentang pendidikan politik dan partisipasi masyarakat oleh masing-masing narasumber. Dari Kesbangpol mengawali penyampaian, disambung paparan oleh KPU dan terakhir deskripsi oleh Partai Politik.
Dalam sesi dialog, narasumber dengan kapasitasnya menjelaskan atas paparan soal apa itu pendidikan politik dan partisipasi masyarakat.
Pendidikan politik adalah proses transformasi pengetahuan tentang Negara (staat), Pemerintahan (government) dan Warga Negara (people) yang saling terkait dan tidak bisa terpisahkan, serta penanaman nilai-nilai cinta terhadap Bangsa dan Negara dan kesadaran untuk tetap merawat dan menjaga Negara melalui proses demokrasi yang sudah disepakati sebagai pilihan bersama. Kata Muhni.
Secara Spesifik, Pendidikan Pemilih adalah proses penyampaian informasi kepada Pemilih untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran Pemilih tentang Pemilihan.(PKPU 8/2017)
Partisipasi Masyarakat adalah keterlibatan perorangan dan/atau kelompok masyarakat dalam penyelenggaraan Pemilihan (PKPU 8/2017)
Tema Partisipasi yang sering menjadi issue publik dalam perhelatan demokrasi pemilu atau pemilihan sebatas partisipasi kuantitatif, dimana tingkat partisipasi masyarakat yang hanya diukur berdasarkan kehadiran pemilih pada saat pemungutan suara atau pada waktu pencoblosan. Parameterangka partisipasi dalam perspektif ini adalah kehadiran pemilih dilihat berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ada.
KPU dalam menyusun Daftar Pemilih berdasarkan data administratif yang secara dejuremenjadi pedoman. dimana seluruh warga yang sudah memenuhi syarat menjadi pemilih akan didaftar sebagai Daftar Pemilih sesuai status kependudukannya.
Namun pada kenyataannya, pada saat pelaksanaan pemilihan, banyak warga pemilih atau penduduk yang tidak berada diwilayah daerah pemilihan,seperti merantau, tugas kerja diluar kota dan lain-lain. Sehingga kondisi nyata yang seperti ini sangat berpengaruh terhadap angka hitung tingkat pertisipasi masyarakat.
Perlu kita pahami bersama, bahwa bentuk partisipasi masyarakat dalam pemilu atau pemilihan tidak hanya sebatasperan serta dan keterlibatan pada saat hari pemungutan suara, atau pencoblosan saja. Namun, partisipasi masyarkat dalam makna dan bentuk yang luas bisa dalam wujud keterlibatan masyarakat pada tahapan yang lain.

Sebagai contoh pada tahap penyerahan syarat dukungan calon perseorangan. Pada tahap ini, partisipasi masyarakat sudah banyak ikut terlibat. Lalu pada tahap pemutakhiran daftar pemilih, pencalonan, sosialisasi, tahap kampanye dan lain sebagainya sudah banyak sekali melibatkan partisipasi masyarkat.
Pendidikan politik menjadi sangat penting. Keberhasilan pendidikan politik akan bisa memberikan peran yang besar kepada semangat masyarakat/warga untuk memberikan kontribusi pada saat pelaksanaan pesta demokrasi.
Masyarakat yang sudah bisa memiliki rasa butuh Negara maka dia akan merawat Negara dan menjaga melalui proses demokrasi. Partisipasi kehadiran di TPS pada saat pemungutan suara akan sangat meningkat baik karena kehadiran pemilih didorong oleh rasa cinta kepada negara, semangat nasionalisme yang kuat, sehingga tidak sebatas kepentingan politik electoral saja.
Karena itu, kita butuh untuk terus memberikan pendidikan politik kepada generasi-generasi kita sebagai wujud tanggungjawab bersama.